Adinda Ust. H. Drs. Bisyron Mukhtar, M.Si.

Adinda Drs. H. Bisyron Mukhtar, M.Si.

In Memoriam

Adinda Bisyron Mukhtar
Mengenang Kepemimpinannya

Taufiq Hartono
(Pemerhati masalah agama dan kemasyarakatan)

Usianya masih sangat belia. Baru 53 tahun. Namun sudah banyak dan luas jejak-jejak pikirannya, ide, gagasan, serta leadership dan kegigihannya yang menancap di hati dan benak warga pejuang Muhammadiyah Jawa Tengah, wa bil-khusus warga Muhammadiyah Temanggung.

“Mas, ning Persyarikatan kuwi kudu bisa baris!” (Mas, di Persyarikatan ini harus bisa berbaris dengan benar). Itulah ‘sentilan’ dan nasehatnya untuk saya, suatu hari. Saya paham, menerima, dan ikhlas, meski secara usia, saya enam tahun di atasnya. Kenapa? Karena nasehatnya itu memang pas untuk saya.

Dari situ saya justru bisa menilai kadar kematangan dari leadership-nya, bahwa memimpin memang harus piawai mengatur dan sekaligus masuk ke dalam barisan yang dipimpinnya. Berbaris harus bisa having to stay aline with any whom others (harus bisa sebaris dengan orang lain, siapa pun dia), yang justru di situlah sulitnya. Sulitnya mengakomodasi dan mengarahkan pikiran orang yang beraneka ragam dengan lataŕ belakang karakter yang berbeda-beda. Dan hingga di sini, kematangan dik Bisyron dalam memimpin sudah sangat teruji, yakni memimpin yang bukan sekedar ngomong doang secara retoris (yang antara lain telah ia tampakkan dalam bentuk kritik atau nasehat buat saya tadi), tapi juga sudah menjadi auto-build dan menginternal dalam kepepimpinannya senyata-nyatanya tanpa sandiwara.

Gigih, pejuang, dan petarung dengan pikiran-pikirannya yang cemerlang. Tapi itu kini sudah tiada lagi. Tentu dibutuhkan rentang waktu sepanjang usianya lagi demi melahirkan sosok pemimpin pejuang yang sekaliber dirinya. Namun tentu, seperti yang pernah dialaminya, harus muncul dan terlahir dari gojlogan ‘Kawah Candradimuka’ Persyarikatan yang mestinya tidak gampang merintisnya.

Selamat jalan Sahabat dan Adindaku! Semoga Allah SWT berkenan mengampuni segala dosa dan kekhilafanmu, seraya memasukkanmu ke dalam area terindah dari Jannah-Nya. Aamiin..

Rumah Armasta,
Ramadhan ke-8, 02042020

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *